Senin, 21 November 2011

Perjalanan Ziaroh Wali Songo

Perjalanan menuju dzikrul maut
Ziaroh wali songo

Ini adalah perjalanan ziaroh wali songo yang dilakukan jama’ah pengajian kami, dari Kabupaten Purworejo yang biasa kami lakukan pada bulan rojab dan /atau sya’ban. Biasanya kami melaksanakan dalam 2 rute bergantian. Jika pada tahun ini mengambil rute Purworejo ke timur, maka tahun depan mengambil rute Purworejo ke barat. Demikian juga sebaliknya.
RUTE ke TIMUR (ziarah wali songo jawa Tengah dan Jawa Timur sampai dengan Madura)
Kami mengambil start pagi hari jam 09.00 ziarah menuju makam :
1.      1.  Romo Agung Kyai Siroj bin Abdur Rosyid, Payaman, Magelang. Beliau salah satu ‘ulama, waliyulloh dan pejuang. Salah satu karomah beliau, wa qiila “karena dukungan beliau terhadap perjuangan Republik, maka beliau ditangkap Belanda. Salah satu keanehannya, ketika akan dijebloskan penjara gubernuran Semarang, sesampai di Semarang, beliau masih ada. Tetapi ketika pasukan Belanda melewati Masjid Payaman, ternyata beliau masih ada di masjid. Demikian juga ketika kemudian diputuskan untuk membawanya ke penjara Yogyakarta, sekalipun ketika sampai di jogja beliau masih ada, namun ketika serdadu Belanda kembali ke Magelang, ternyata beliau kyai juga telah sampai kembali di Masjid Payaman.”
Makamnya terletak di belakang masjid Payaman. Masjid ini memiliki ciri khas, yaitu disampingnya berdiri “pondok sepuh”, disebut demikian karena memang penghuninya adalah orang-orang yang sudah berusia lanjut dan diakhir hayatnya ingin mendekatkan diri kepada Alloh swt. Karena cungkup makamnya agak kecil, jika membawa jama’ah lebih dari 25 orang diharapkan bersiap mengambil bangku kecil / dingklik yang disediakan disamping masjid.
Sebagai tambahan, untuk lokasi parkir bus bisa mengambil bahu jalan raya, dan membayar restribusi Rp. 5.000
2.       2. Simbah Kyai Nur Muhammad, Ngadiwongso, Salaman, Magelang. Salah seorang waliyulloh, wa qiila, beliau adalah guru dari simbah kyai Dalhar Watucongol Gunungpring Muntilan yang kesohor. Makamnya telah diberi cungkup yang cukup luas. Setelah parkir di bahu jalan, kita langsung menuju gapura pintu masuk lokasi. Jika musim buah-buahan, maka daerah ini sangat elok dilihat.
3.       3. Simbah Kyai Dalhar Watucongol. Waliyulloh ini makamnya ada di gunung pring, disebut demikian karena memang disekelilingnya ditumbuhi pring / bambu. Sehingga udaranya pun sangat segar. Karena letak makam ada disisi atas, kita menaiki undak-undakan yang lumayan untuk mejadikannya olahraga zhohir, sebelum olahraga batin. Karena lumayan tinggi, telah disediakan pegangan sekaligus pembatas untuk jama’ah yang naik dan yang turun dari lokasi. Di sisi undak-undakan jalan naik ini tersedia penjaja souvenir dan makanan yang aromanya menggoda selera. Didalam lokasi bukan hanya makam Kyai Dalhar, tetapi juga ada makam-makam pembesar mataram yang lain. Makam beliau ditutup dengan sejenis kelambu. Didalam lokasi juga dapat ditemui silsilah beliau.
4.       4. Raden Patah Demak Bintoro, makamnya terletak dikompleks Masjid Agung Demak. Beliau adalah Sultan kerajaan Islam Demak yang pertama, sekaligus keturunan Raja Brawijaya dan Santri dari Sunan Ampel. Jika berkunjung sebelum waktu malam (maghrib), maka Bus harus parkir di lapangan parkir. Dari sana jama’ah bisa berjalan menuju lokasi masjid sejauh 1,5 – 2 KM, atau menggunakan jasa becak / andong / ojek dengan tarif terjangkau Rp.2.500/ orang. Jika dapat mencapai Masjid Demak setelah maghrib, anda dapat mengambil parkir di lapangan parkir Masjid Demak, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya becak/ojek. Dengan biaya parkir bus Rp. 60.000. Sebelum memasuki makam, kita menyelesaikan administrasi infaq rombongan di pintu masuk, adapun infaq pribadi  bisa dimasukkan pada kotak-kotak infaq yang disediakan. Makam yang menjulang ada tiga, yaitu makam beliau raden Patah, isteri beliau dan makam Raden Pati Unus.

Setelah keluar dari tempat parkir, bisa menuju masjid demak untuk berwudhu/ menyelesaikan hajat secara gratis. Jika berkenan, bisa melaksanakan sholat didalam masjid yang kondang sebagai Masjid pertama ditanah jawa yang didirikan para wali. Didalamnya terdapat 4 soko guru yang dibuat oleh 4 diantara wali songo, salah satu soko dibuat dari tatal, yaitu soko tenggara yang dibuat oleh kanjeng Sunan Kalijogo. Beberapa kayu asli yang sudah mulai lapuk telah diganti dan tetap disimpan, dan bisa dilihat pada saat anda berjalan menuju lokasi makam. oia, di Demak jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas Demak, yaitu Belimbing Demak yang banyak dijual di lokasi demak dan kadilangu. buahnya besar-besar, manis, dan murah.

5.       5. Maulana Abdus Syahid Sunan Kalijogo, Kadilangu. Lokasi ini hanya sekitar 4 km dari Masjid Demak. Restribusi dibayar pada pertengahan jalan sebelum masuk lokasi parkir Rp. 65.000, dari tempat parkir berjalan kaki menyusuri lorong-lorong pedagang kaki lima. Setelah memberi infaq rombongan petugas / juru kunci, kita bisa memasuki makam. Makam ini jarang dibuka, sehingga para peziarah membaca tahlil, qur’an, dan berdoa kepada Alloh disekeliling pintu makam. Tempatnya cukup luas, dan sebagaimana lokasi ziaroh di Jawa tengah dan Jawa timur, kita dilarang menggunakan pengeras suara. Di lokasi ini juga disediakan air/sumber yang ditampung dalam tempayan yang konon merupakan peninggalan kanjeng Sunan. oia, bagi yang gemar shoping, di sepanjang lorong menuju makam tersedia penjaja kaki lima dengan dagangan khas ziarah seperti perlengkapan sholat, makanan khas arab, dan lain sebagainya sebagaimana dipintu keluar Masjid Demak. waliyulloh ini sangat tersohor karena merupakan wali lintas zaman, mengalami masa majapahit, demak, dan mataram. dengan perjalanan medan dakwah yang sangat luas dari sejak jawa timur, jawa tengah dan jogja serta sebagian kecil jawa barat. dan dalam riwayat rabithah alawiyah, nasab beliau sampai dengan Fathimah binti Rosululloh saw.
      6. makam waliyulloh selanjutnya yang kami kunjungi adalah Sayid Ja'far Shodiq yang terkenal dengan nama Sunan Kudus. bus berhenti di terminal (restribusi Rp. 40.000), untuk selanjutnya disambung dengan ojek yang menuju lokasi, dengan biaya cukup murah, satu ojek untuk berdua (Rp. 5.000). Sunan Kudus adalah wali yang toleran di satu sisi dan keras pendirian di sisi lain. toleransi beliau sangat tampak pada pelarangan beliau untuk menjadikan sapi sebagai hewan qurban untuk menghormati umat lain (Hindu) yang menjadikan sapi sebagai hewan khusus, untuk selanjutnya diganti dengan kerbau. sedangkan sikap tegasnya akan nampak manakala beliau bertindak sebagai senopati wali songo. makam sunan kudus terletak dibelakang Masjid Menara Kudus yang merupakan icon dari kudus city. untuk memasukinya jamaah untuk berusaha agar bisa mencapai gerbang masjid kudus sebelum jam 24.00, karena lebih dari waktu itu, pintu menuju makam akan ditutup, selanjutnya peziarah bisa tetap berdoa dan tahlil di pelataran di depan gerbang. di depan makam tersedia sumber (mata air) sunan kudus yang teramat segar dan jernih airnya, beberapa saksi mengungkapkan selepas wudhu (apalagi mandi) dari sumber ini, badan lelah serasa segar kembali. yang tidak bisa dilupakan dari kudus adalah sate daging kerbau dan jenang khas kudus "mubarok"
7. Lokasi selanjutnya adalah menuju makam Raden Umar Said (Sunan Muria), perjalanan menuju ke gunung muria sangatlah mengasyikkan, pemandangan demikian indah. tarif restribusi cukup mahal (Rp.60.000). tetapi Bus hanya sampai di kaki bukit. untuk menuju lokasi makam, kita bisa memilih menaiki tangga yang kurang lebih jauhnya 0,5 KM atau menggunakan ojek. tetapi berhati-hatilah, karena ojek disana tidak mengenal pelan, dengan jalanan yang teramat sempit lagi menanjak naik dan berliku. pegangan erat!!! andai takut, maka pilihlah naik tangga, tetapi bersiap-siaplah untuk transit berkali-kali karena tanjakannya sangat terjal, dan pijetan sesampai di bawah, he5. di kiri kanan tangga tersedia jajanan dan berbagai souvenir. dipuncak bukit itulah waliyulloh bersemayam, didalam masjid Sunan Muria. oia, disana juga ada mata air yang konon merupakan peninggalan Sunan Muria. turun dari masjid muria kita disambut banyak pedagang lesehan, dimana dijual kayu pengusir tikus, kayu kaukah, kayu penguat "stamina lelaki", jangan lupa borong-borong yach.
8. Turun dari gunung muria, kami menuju makam Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) di daerah nglasem rembang. memang ada sebagian riwayat yang menyebutkan bahwa makam sunan bonang ada di Tuban, di madura dan di bawen, wallohu a'lam. makam ini sangat unik, karena tanpa cungkup dan tanpa maesan, menurut riwayat ini dilakukan untuk menghindari pencurian dan hal-hal yang tidak diinginkan. di lokasi ini juga masih ada peninggalan beliau seperti sumur KOTAK, desa bonang berikut bangunan serupa pesantren, gayahan (pancingan) beliau dan lain sebagainya. khusus di makam ini tidak ada lahan parkir khusus, sehingga bus bisa parkir di bahu jalan (gratis). satu hal yang merupakan ciri daerah nglasem sarang rembang ini adalah Gesek / ikan teri yang buesar2, lagi murih-murih yang dijajakan dengan cara digantung dalam plastik-plastik transparan di pinggir jalan.
9. makam selanjutnya yang kami ziarahi adalah makam Raden Qosim Syafrudin (Sunan Drajat) sedayu. biaya parkir Rp. 60.000 dengan lokasi MCK yang cukup memadai, dilokasi ini juga masih terwat masjid Sunan Drajat dan museum Drajat. karena makamnya terletak di dalam bangunan panggung, maka peziarah wajib antri untuk masuk kedalamnya. akan tetapi kalau ingin tahlil di sekitar panggung atau membawa jama'ah yang besar, maka dipersilakan untuk mengambil lokasi di sekitar panggung saja. salah satu pengalaman yang unik adalah ketika salah satu jama'ah ada yang mengambil gambar, pada salah satu gambar langit tercantum jelas lafazh Alloh dalam huruf hijaiyah. entah merupakan buah khas, entah bukan, yang jelas dilokasi ini kita mudah mendapatkan sawo-sawo yang besar.
10. Setelah mandi pagi, perjalanan kami lanjutkan menuju Gresik untuk ziarah ke makam Maulana Ainul Yaqin, Raden Paku (Sunan Giri) yang terletak di bukit giri. untuk sampai di lokasi, Bus hanya diperbolehkan transit di terminal (restribusi Rp. 40.000) lalu peziarah bisa memilih berjalan kaki atau naik ojek Rp. 2000 untuk sampai ke lokasi yang masih berjarak 400 meter. untuk menuju makam beliau juga melalui tangga berundak, tetapi tidak seterjal gunung pring watu congol dan muria, makam beliau juga bercungkup, sehingga peziarah harus antre. oia, dilokasi ini MCK juga memadai, jadi yang belum sempat mandi bisa mandi di sini sambil menunggu antre masuk makam. bagi yang sudah lapar, tersedia makanan khas nasi rawon yang suedaaap. di lorong-lorong tangga berundak. Sunan Giri merupakan saudara seperguruan dengan Sunan Bonang. beliau adalah penerus estafet kepemimpinan sidang wali songo setelah wafatnya Sunan Gresik dan Sunan Ampel.
11. dari makam ini, kurang lebih 8 KM sudah sampai di makam Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) sebagai perintis para pejuang wali songo di tanah jawa. makamnya terletak tidak jauh dari Pabrik Semen gresik. pada waktu-waktu seperti bulan syawal, Muharrom, Rojab dan Sya'ban terminal bisa jadi tidak mampu menampung bus yang datang, sehingga kita bisa parkir ilegal (he5) di bahu-bahu jalan yang dikelola oleh swadaya masyarakat. di pintu masuk makam (tempat petugas makam) terdapat silsilah wali songo ukuran jumbo, disana kita bisa merunut nasab wali songo yang seluruhnya sampai pada Kanjeng Nabi Muhammad saw. di sebelah makam awliya' ini pula terdapat petilasan Maulana Ishaq (ayah Sunan Giri - wali songo generasi pertama) dan Maulana Maghribi (wali songo generasi pertama).
12. Raden Rohmatullah (Sunan Ampel), makamnya di surabaya, di dekat Masjid Ampel yang masyhur sebagai masjid awal Islam yang juga masih terawat hingga kini dengan soko guru yang demikian masih kokoh. salah satu yang biasanya tidak dilewatkan adalah makam mbah sonhaji yang terletak di luar area makam sunan ampel. mbah sonhaji atau mbah bolong menjadi legendaris karena di zamannya para jama'ah masjid ampel meragukan kiblat masjid ampel yang telah dibangun njeng Sunan Ampel, maka mbah sonhaji melubangi mihrob dengan jarinya, dari lubang itu pandangan para jama'ah dapat tembus sampai ka'bah mekkah al mukaromah. sehingga para jama'ah yang meragukan sunan ampel telah di sadarkan melalui karomah mbah sonhaji.
13. perjalanan kami lanjutkan dengan menyeberangi selat madura melalui kembatan SURAMADU yang bagi orang indonesia sangat menimbulkan penasaran akan bangunannya yang membelah selat Madura. kita berziarah ke makam Syaikhona Cholil bin abdul lathif bangkalan. yang terletak di dalam masjid bangkalan. disini selain berziarah, kita bisa menikmati sate khas madura dan benda-benda tajam semisal pisau, celurit, arit yang cukup bagus kualitasnya sekaligus harga yang terjangkau.
14. Kembali dari bangkalan (tidak melanjutkan ke batu ampar karena waktu tidak terjangkau), kam menuju Jombang untuk berziarah ke makam hadhrotusy Syaikh Hasyim Asy'ari (muassis NU), KH. Wahid Hasyim dan KH. Abdurrohman Wahid Gus Dur (presiden RI ke 4). kaos - kaos, buku dan kaset bertema gus dur dengan mudah bisa didapatkan di sini. alhamdulillah perjalanan ziarah ke timur telah selesai. insya alloh bersambung ke edisi ziarah dengan rute ke barat dari arah Purworejo.

1 komentar: